Bahan Bacaan
Setiap hari, kita pasti berhadapan dengan berbagai keputusan yang berkaitan dengan uang. Saat ingin membeli barang favorit, menabung untuk sesuatu yang diinginkan, atau memilih antara jajan atau menyimpan uangnya. semua itu merupakan bagian dari pengelolaan finansial . Meskipun terlihat sederhana, keputusan-keputusan kecil ini sebenarnya bisa membentuk kebiasaan finansial kita ke depannya.
Belajar tentang finansial atau keuangan bukan berarti harus langsung paham tentang laporan bank atau investasi-investasi. Justru, kita bisa memulai dari hal-hal yang dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Seperti Bagaimana cara menyusun anggaran supaya pengeluaran tetap terkendali? Apa saja dokumen yang berkaitan dengan keuangan? Bagaimana menghitung bunga, diskon, atau pajak dengan tepat? Dan yang tak kalah penting adalah bagaimana kita bisa memahami perhitungannya dan menerapkannya melalui soal-soal yang nyata dan relevan.
Materi ini dirancang untuk membantu kita mengenal dasar-dasar pengelolaan keuangan secara praktis. Dengan memahami konsep-konsep ini, kita akan lebih siap membuat keputusan yang cerdas, tidak hanya sekarang, tetapi juga di masa depan.
Yuk, kita pelajari bersama dan membangun kebiasaan finansial yang lebih terarah dan bijak mulai dari sekarang. Karena semakin kita paham tentang finansial, semakin besar pula kendali kita atas masa depan kita sendiri.
Nah, dalam materi ini yang akan kita pelajari yaitu:
- Bagaimana mengatur anggaran dengan baik
- Beberapa dokumen keuangan
- Beberapa fitur keuangan seperti bunga, diskon, dan pajak
- Bagaimana cara menghitungnya
- dan contoh soalnya
Yuk, pelajari dengan cermat agar kita bisa menjadi pelajar yang melek finansial dan mampu mengelola uang dengan lebih bijak
1. Bagaimana Mengatur Anggaran dengan Baik
Mengatur anggaran berarti membuat rencana penggunaan uang agar tidak habis begitu saja. Dengan membuat anggaran, kita bisa tahu ke mana uang pergi, apa yang harus diprioritaskan, dan bagaimana caranya menyisihkan sebagian untuk masa depan.
Apa Itu Anggaran?
Anggaran adalah rencana pemasukan dan pengeluaran dalam periode tertentu, biasanya satu bulan. Bagi pelajar, anggaran bisa dimulai dari uang saku yang diterima secara rutin.
Kenapa Anggaran Penting?
- Membantu menghindari pemborosan
- Memastikan kebutuhan utama terpenuhi
- Membiasakan hidup terencana dan mandiri
- Menyiapkan dana untuk keperluan tak terduga atau tabungan
Cara Sederhana Mengatur Anggaran
a. Tentukan Jumlah Uang Saku Bulanan
Misalnya, uang saku Rp200.000 per bulan.
b. Buat Rencana Penggunaan Berdasarkan Persentase
Gunakan pembagian sederhana yang bisa diingat, misalnya bisa kita membagi dalam persentase 50/30/20. 50% untuk kebutuhan, 30% untuk tabungan, dan 20% untuk keinginan
Kebutuhan pokok bisa berupa makan, transportasi, atau pulsa.
Tabungan bisa disimpan untuk keperluan mendesak atau membeli barang penting nanti.
Keinginan bisa mencakup jajan, hiburan, atau belanja hal-hal yang tidak wajib.
2. Dokumen Keuangan
Pernahkah kamu memperhatikan secarik kertas kecil yang diberikan kasir setelah kamu membayar di toko? Atau melihat lembaran yang dikirimkan ke rumah berisi tagihan listrik atau internet? Itu semua adalah contoh dari dokumen keuangan—dokumen yang mencatat transaksi atau informasi penting terkait uang.
Meskipun bentuknya berbeda-beda, semua dokumen keuangan memiliki satu tujuan: membantu kita mencatat dan mengelola keuangan dengan tertib. Tanpa disadari, kita sebenarnya sudah sering berinteraksi dengan dokumen-dokumen ini dalam kehidupan sehari-hari.
Mari kita kenali beberapa jenisnya agar kita bisa lebih memahami dan memanfaatkannya dengan bijak.
Struk Pembelian: Bukti Transaksi yang Sering Terlupakan

Setelah selesai belanja di minimarket atau membeli makanan di restoran cepat saji, biasanya kamu menerima struk kecil dari kasir. Struk ini mencatat barang atau makanan apa saja yang kamu beli, berapa harganya, apakah ada diskon, dan berapa total uang yang kamu bayarkan. Struk terlihat sepele, tapi sebenarnya penting. Jika suatu saat barang yang kamu beli rusak atau tidak sesuai, struk bisa menjadi bukti saat kamu ingin menukarnya. Selain itu, struk juga bisa kamu simpan untuk melihat pola pengeluaranmu. Seberapa sering kamu jajan, dan apa yang paling sering kamu beli.
Buku Tabungan: Jejak Uang yang Kamu Simpan

Jika kamu memiliki rekening di bank, maka kamu pasti pernah melihat buku tabungan. Buku ini mencatat semua aktivitas uangmu di rekening tersebut—mulai dari setoran, penarikan, hingga bunga yang kamu terima. Setiap transaksi dicatat dengan tanggal dan jumlah uangnya, sehingga kamu bisa mengetahui berapa saldo terakhirmu kapan saja.
Buku tabungan membantu kamu untuk tidak lupa atau bingung dengan uang yang kamu simpan. Di era digital sekarang, fungsinya memang mulai digantikan oleh aplikasi perbankan, tapi prinsipnya tetap sama: mencatat dan menjaga informasi keuangan kita.
Kwitansi : Versi Resmi dari Struk

Berbeda dengan struk yang dicetak otomatis oleh mesin kasir, kwitansi biasanya ditulis tangan atau dicetak sebagai dokumen formal. Kwitansi umum digunakan dalam transaksi yang lebih besar dan tidak selalu terjadi di toko modern, misalnya saat kamu membayar uang les, menyewa alat, atau melakukan pembayaran barang antarperseorangan.
Di dalam kwitansi biasanya tertulis siapa yang menerima dan siapa yang memberi uang, jumlah nominalnya, tanggal transaksi, serta keterangan singkat tentang keperluannya. Kwitansi seringkali disertai tanda tangan sebagai bukti bahwa kedua pihak telah setuju dengan transaksi tersebut.
Tagihan dan Invoice: Pengingat untuk Membayar

Saat layanan seperti listrik, air, atau internet digunakan secara terus-menerus, perusahaan penyedia layanan akan mengirimkan tagihan setiap bulan. Tagihan ini menunjukkan berapa jumlah yang harus dibayar, kapan batas waktunya, dan rinciannya—misalnya berapa pemakaian listrik bulan ini dibanding bulan sebelumnya.
Membayar tagihan tepat waktu adalah bagian dari tanggung jawab keuangan. Selain menghindari denda, ini juga membiasakan kita untuk disiplin dan memperhitungkan pengeluaran rutin dalam anggaran bulanan
Mengapa Kita Perlu Mengenali Dokumen-Dokumen Ini?
Meskipun terlihat sederhana, semua dokumen ini membantu kita dalam banyak hal. Mereka bisa menjadi alat pencatat, pengingat, pelindung, dan perencana. Ketika kamu mulai belajar mengatur keuangan sendiri, memahami isi dan fungsi dokumen-dokumen ini akan sangat membantu kamu untuk lebih tertib dan bertanggung jawab.
Membiasakan diri untuk menyimpan dan membaca dokumen keuangan juga membentuk sikap teliti dan kritis—dua hal penting dalam kehidupan finansial yang sehat.
3. Bunga : Imbalan Atas Menabung atau Biaya Atas Meminjam
Bunga adalah sejumlah uang tambahan yang dikenakan kepada seseorang ketika ia meminjam uang, atau diberikan kepada seseorang yang menyimpan uangnya di bank. Dalam kehidupan sehari-hari, bunga sering kita temui saat kita menabung di bank, membeli barang secara cicilan, atau meminjam uang di koperasi. Jika kita meminjam uang, maka kita harus membayar lebih dari jumlah yang kita pinjam karena dikenai bunga. Sebaliknya, jika kita menabung, bank akan memberikan bunga sebagai bentuk penghargaan karena kita menyimpan uang di sana.
Rumus Bunga (Bunga Tunggal)

Keterangan:
- Pokok adalah jumlah uang yang dipinjamkan atau ditabung.
- Suku bunga adalah persentase bunga per periode (biasanya dalam bentuk tahun)
- Waktu adalah durasi atau periode yang dihitung dalam tahun
Contoh Soal
1. Sinta ingin menabung untuk liburan ke Bali selama 1 tahun. Ia menyimpan uang sebesar Rp. 5.000.000 di bank dengan bunga simpanan 6% per tahun secara bunga tunggal.
a. Berapa bunga yang akan diperoleh Sinta setelah 1 tahun
b. Berapa total uang Sinta setelah 1 tahun
c. Jika biaya liburan sebesar Rp. 5.400.000, apakah tabungan Sinta mencukupi
2. Ani membeli sebuah sepeda motor seharga Rp.15.000.000 dengan cara kredit. Ia membayar uang muka Rp.3.000.000. lalu sisanya dicicil selama 10 bulan. Toko mengenakan bunga 1% per bula dari sisa pinjaman
a. Berapa sisa pinjaman setelah uang muka?
b. Berapa bunga per bulan yang harus Ani bayar?
c. Berapa jumlah cicilan per bulan yang harus Ani bayar?
4. Diskon : Potongan Harga yang Menggoda
Diskon adalah potongan harga yang diberikan oleh penjual kepada pembeli. Diskon biasanya diberikan pada momen-momen tertentu, seperti saat promo akhir tahun, hari besar, atau cuci gudang. Tujuan pemberian diskon adalah untuk menarik lebih banyak pembeli. Dengan adanya diskon, harga suatu barang menjadi lebih murah dari harga aslinya. Oleh karena itu, diskon sangat disukai oleh masyarakat, terutama saat berbelanja kebutuhan sehari-hari.
Rumus Diskon:
Keterangan:
- Harga awal adalah harga sebelum diskon.
- Persentase diskon dinyatakan dalam persen (%).
Contoh soal
Rian ingin membeli laptop seharga Rp.5.000.000. Saat akhir tahun, toko menawarkan diskon 20%. Namun, ada toko lain yang memberikan diskon10% ditambah voucher potongan langsung Rp.500.000.
a. Di toko mana Rian sebaiknya membeli laptop agar lebih hemat?
b. Berapa uang yang bisa Rian hemat jika memilih toko yang lebih murah?
5. Pajak : Kewajiban yang Membantu Negara
Pajak adalah iuran wajib yang dibayarkan oleh masyarakat kepada negara. Pajak digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan negara, seperti membangun jalan, menyediakan layanan kesehatan, pendidikan, dan keamanan. Dalam kegiatan jual beli, kita sering menjumpai pajak pertambahan nilai (PPN), yaitu pajak yang ditambahkan pada harga barang atau jasa. PPN biasanya dibebankan kepada konsumen dan ditampilkan secara terpisah pada saat belanja.
Rumus Pajak:
Pajak= Persentase pajak x Harga barang
Harga total = Harga awal + pajak
Keterangan:
- Persentase umum pajak seperti PPN di Indonesia saat ini adalah 11%.
- Pajak akan menambah total pembayaran atas suatu barang atau jasa.
Contoh soal
Dina ingin membuka usaha kafe kecil di dekat sekolah. Ia suda menghitung bahwa biaya operasional per bulan adalah Rp. 4.000.000. Untuk menarik pelanggan, Dina akan menjual kopi dengan harga Rp. 10.000 per gelas. Ia memperkirakan bisa menjual 500 gelas kopi per bulan. Namun ia baru sadar bahwa usahanya akan dikenai PPN 11% dari pendapatan kotor.
a. Berapa pendapatan kotor Dina dalam sebulan?
b. Berapa pajak PPN yang harus dibayar?
c. Apakah usaha Dina masih menguntungkan setelah dikurangi pajak dan biaya operasional?
